instagram youtube

Peran Pemuda Dalam Ekonomi Kreatif Sebagai Lokomotif Pembangunan Ekonomi Nasional

admin - Penulis Berita

Rabu, 25 Oktober 2023 - 14:53 WIB

Minasanews.com,Semarang – Sejarah pembangunan bangsa dimulai dari gerakan pemuda yang menjadi cikal bakal dan langkah awal lahirnya Indonesia sebagai  bangsa yang berdiri sendiri. Pemuda selalu identik dengan perubahan sosial di Indonesia sejak zaman kolonial hingga saat ini. Peran historis dan keterlibatan mereka yang telah berlangsung lama telah menempatkan pemuda sebagai kelompok strategis yang memegang kekuatan pendorong transformasi sosial yang penting (Adhyaksa, 2008).

Kemunculan ekonomi kreatif dalam perekonomian global sebenarnya bermula dari perubahan orientasi dunia Barat, khususnya dari era pertanian ke era industri, yang disusul dengan era informasi modern dan banyak memunculkan penemuan-penemuan baru di bidang informasi, teknologi, komunikasi (infokom) dan globalisasi ekonomi.

Globalisasi dan perdagangan global merupakan tren kemajuan teknologi yang tidak bisa dihindari. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengaburkan batas-batas tersebut karena suatu wilayah dapat terhubung dengan wilayah lain dalam waktu yang bersamaan. Pentingnya informasi di zaman kita menciptakan ekonomi informasi, yaitu  kegiatan ekonomi yang berbasis pada penyediaan informasi. Daya saing tersebut tidak hanya diwujudkan dalam bentuk produk dalam jumlah banyak namun juga dalam bentuk kualitas. Kualitas produk ini dapat dicapai dengan menciptakan image atau menciptakan suatu produk yang inovatif dan berbeda dari bidang lainnya.

Dibutuhkan banyak kreativitas  untuk menciptakan produk inovatif. Di sinilah ekonomi kreatif ditemukan dan dikembangkan (Salman, 2010).

Lebih jauh lagi, kemajuan dalam bidang pembangunan, baik pembangunan material maupun  sumber daya manusia, bergantung pada peran aktif  pemuda dalam suatu negara. Jika remaja aktif maka perkembangannya akan cepat, namun jika  kurang aktif maka perkembangannya akan lambat dan sulit  berkembang. Jika Anda ingin meningkatkan taraf hidup dan mengembangkan masyarakat, Anda harus memulainya dari diri Anda sendiri.

Baca Juga :  Akhir Dedikasi Walikota Terbaik

Ini bukanlah model pembangunan top-down yang  terbukti tidak efektif di masyarakat berkembang. Karena pembangunan masyarakat yang ideal menekankan pada partisipasi sadar masyarakat  dalam proses pembangunan.

Menurut UU Nomor 40 Tahun 2009 menjelaskan tentang peran dan tanggung jawab generasi muda. Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan dalam seluruh aspek pembangunan nasional. Selanjutnya peran nyata pemuda dalam masyarakat adalah untuk menyadarkan, memberdayakan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan, kewirausahaan dan kemampuan kepemimpinan pemuda dalam masyarakat.

Seperti para pionir muda dalam menyelenggarakan hari besar nasional atau kegiatan massal. Sudah sepantasnya generasi muda lebih berperan dalam kegiatan-kegiatan tersebut karena negara telah menjamin mereka sebagai motor penggerak gerakan masyarakat.

Setiap zaman mempunyai dinamika dan tantangan tersendiri. Jika pada masa penjajahan pemuda menghadapi banyak tantangan dalam meraih kemerdekaan, maka saat ini dengan adanya proses globalisasi dan modernisasi, perlu dibangun kembali peran pemuda sebagai penopang kelangsungan hidup bangsa ini.

Globalisasi dan modernisasi telah memunculkan budaya imitasi  di kalangan generasi muda, mengingat mereka lebih bangga dengan identitas palsu atau budaya imitasi yang mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, identitas lokal hilang dan ada risiko hilangnya sifat transformatif kehidupan berbangsa.

Misalnya saja implementasi peran Dinas Pariwisata Olahraga dan Pemuda  dalam mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penggerak pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan. Peran pemerintah dalam pembangunan dan pembangunan daerah sangatlah penting.

Seperti halnya sektor perekonomian, dengan peran dan dukungan Pemerintah dimungkinkan untuk mengembangkan kebijakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah. Menurut Munir (2010:19), peran pemerintah menurut fungsinya meliputi tiga peran, yaitu peran pemerintah sebagai wirausaha, peran pemerintah sebagai regulator, koordinasi, dan peran pemerintah sebagai fasilitator.

Baca Juga :  Sukarmis Egil, Pengusaha Roti Asal Bone, Perluas Pasar dengan Brand Fans Bread

Peran Dinas Pariwisata  dan Olahraga Pemuda sebagai wirausaha telah terlaksana dengan baik, hal ini dibuktikan melalui pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan setiap tahunnya memberikan kemudahan dan manfaat bagi para pelaku ekonomi pengembangan ide dan kreatifitas. Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran koordinator Kementerian Pariwisata, Pemuda dan Olahraga  sudah efektif dalam melaksanakan pengembangan ekonomi kreatif, yang ditunjukkan dengan melakukan advokasi, kampanye kolaboratif, dan pelatihan. penelitian dan program bagi  pelaku ekonomi kreatif.

Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa peran koordinasi Kementerian Pariwisata, Pemuda dan Olahraga  dapat dikatakan baik walaupun belum maksimal, hal ini terlihat dari  sarana  dan prasarana, sarana pemasaran yang disediakan.

Salah satu langkah yang dilakukan generasi muda untuk membawa negara ini ke arah yang lebih baik adalah dengan berpartisipasi aktif  dalam upaya pengembangan komunitas pemuda Indonesia. Pembangunan masyarakat menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah suatu proses yang melibatkan upaya dan prakarsa masyarakat itu sendiri serta kegiatan pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan budaya. Menurut definisi yang diberikan PBB, pemuda setidaknya memiliki dua peran  dalam  upaya pengembangan masyarakat. Pertama, generasi muda sebagai penggagas sekelompok orang bekerja bersama mereka dalam upaya memperbaiki kondisi  masyarakat itu sendiri. Kedua, pemuda berperan sebagai koordinator program pengembangan masyarakat yang dicanangkan pemerintah.

 

Oleh: Alfreno Kautsar Ramadhan

Co-Founder Inspire.Idn danCo-Founder Penerus Negeri

 

 

Berita Terkait

Hari Pers Nasional dan Kebebasan Menulis
Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik
Pedagogi Hitam Sistem Pendidikan yang tidak Relevan dengan Masa Kini
Petualang Baru di Medan Perjuangan Sesungguhnya
Akhir Dedikasi Walikota Terbaik
Perempuan Pekerja Migran dan Masalah Kekerasan
Minimnya Representasi Perempuan Dalam Agenda Prioritas Reformasi Birokrasi Pemerintah Indonesia
Cermati Langkah Judicial Review, Kewenangan Kejaksaan Tangani Kasus Korupsi

Berita Terkait

Rabu, 24 Mei 2023 - 15:42 WIB

Konser Musik Coldplay dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Kamis, 10 Agustus 2023 - 21:26 WIB

MUSCAB Pemuda Pancasila SAPMA UNM Menuai Berbagai Kontroversi

Minggu, 19 Februari 2023 - 20:28 WIB

Tidak Ada yang Lebih Puitis Dari Pada Berbicara Kebenaran

Senin, 17 Februari 2025 - 20:39 WIB

Jauh Panggang Dari Api, Cita-Cita pendidikan Bangsa Kian Distopia

Jumat, 23 Juni 2023 - 00:18 WIB

Masa depan Suku Bajau yang bermukim di Morowali

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:36 WIB

Dampak AI terhadap Lapangan Kerja Indonesia, Perspektif Setelah Melatih 500 Karyawan

Jumat, 5 Juli 2024 - 20:49 WIB

Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik

Minggu, 5 Mei 2024 - 00:00 WIB

Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg

Berita Terbaru

Dilarang Curi berita