instagram youtube

Berlayar 11 Hari Dari Sailus Tujuan Bima, KM Danial Jaya Hilang Kontak

Rusdi - Penulis Berita

Senin, 13 Mei 2024 - 19:55 WIB

Minasanews.Com.Pangkep— Pihak keluarga ABK KM Danial Jaya saat ini sudah 11 hari dirundung rasa khawatir. Bagaimana tidak kapal yang berlayar dari pulau Tampaan desa Sailus kecamatan Liukang Tangaya kabupaten Pangkep tujuan Bima, NTB hingga saat ini kehilangan kontak dan belum sampai ke Pulau Bima.

KM Danial Jaya diinformasikan sudah 11 hari kehilangan kontak dan belum sampai ke Bima. Kapal kayu ini dinakhodai Sidong bersama tiga ABK lainnya, Tulo, Daeng Majja dan Bobi.

Kapal yang memuat buah kelapa tersebut berlayar dari pulau Tampaan di desa Sailus sejak tanggal 3 Mei 2024. Namun sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Hal ini diceritakan oleh Rafi salah seorang kerabat dari Nakhoda dan kedua ABK KM Danial Jaya saat dikonfirmasi Senin(13/5/2024). Menurut Rafi keluarganya berlayar dari Pulau Tampaan sejak tanggal 3 Mei 2024. Nakhoda dan para ABK masih kerabat kami.

Baca Juga :  Bupati Barru Janji Beri Perhatian Dari Catatan Fraksi Dewan Untuk Dua Perda

“Saya saat ini masih berada di kota Pangkep dan terus memantau perkembangan kapal keluarga yang sudah 11 hari kehilangan kontak. Padahal biasanya kalau waktu normal antara Pulau Tampaan ke Bima bisa ditempuh 8 jam. Tetapi kalau singgah di Sinjai bisa ditempuh sehari semalam saja,” ungkap Rafi.

Rafi mengaku masih menunggu informasi dari Pulau Sailus terkait perkembangan kapal keluarganya yang kehilangan kontak. “Kami juga sudah terima informasi bahwa Tim SAR sudah berkoodinasi dengan Basarnas NTB untuk melakukan proses pencarian KM Danial Jaya,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun bahwa KM Danial Jaya berlayar dari pulau Tampaan, Desa Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pamgkep Sulsel tujuan Kabupaten Bima, NTB.

Baca Juga :  Pasutri Hebat Dari Pangkep Berpeluang Lolos ke DPR RI dan DPRD Sulsel

Adapun ciri-ciri dari kapal tersebut berwarna Orange-Putih sebagaimana foto terlampir dan sejak berangkat.dari tanggal 3 Mei 2024, kata Rafi. “Sampai hari ini belum ada kabar terkait keberadaannya dan belum ada juga informasi yang menyatakan bahwa kapal tersebut sudah tiba di pelabuhan tujuan karena semua kontak orang yang berada diatas kapal tidak bisa dihubungi,” bebernya.

Mohon bantuan dan koordinasi semua pihak agar membantu dan bekerjasama mencari keberadaan kapal tersebut. Bisa kontak ke pihak berikut jika terdapat informasi sesuai informasi diatas :
1. Rafi : 0821-9333-5951 ( Keluarga Korban )
2. ⁠Ramli : 0853-3333-5840 ( Koord Jaringan Kemanusiaan )
3. ⁠Nasir : 0853-3907-0475 ( Kades Sailus ).( Udi)

Berita Terkait

PB SEMMI Desak Rektor Mundur Bila Terbukti Dugaan Pelecehan
Cuaca Buruk Paksa KM Sabuk Nusantara 52 Balik Haluan ke Pulau Dewakang
Krisdayanti Kirim Ucapan Duka Untuk Hasnah Syam di Story Instagram
Petugas PN Barru Bertindak ‘ Arogan’ ke Wartawan Saat Liputan Sidang
Warga Asal Sangata Kaltim Tewas Tergantung Dibawah Pohon
H&M, IKEA, dan Brand Asal Swedia Terancam Diboikot Imbas Pembakaran Al- Quran
Dua Warga Pangkep Baku Tikam, Satu Korban Tewas
Dua Dari Empat Warga Barru Korban Luka Pohon Tumbang Ritual Pettabulue Dirujuk ke RS Makassar

Berita Terkait

Kamis, 18 Mei 2023 - 11:55 WIB

Penjaga Gudang Tabung Gas di Makassar Tewas Usai Merokok di Gudang

Senin, 22 Mei 2023 - 11:22 WIB

Satpol PP BKO Mariso Tindak Tegas Bangunan Warga yang Tidak Miliki IMB

Sabtu, 27 Desember 2025 - 13:50 WIB

Kapal Kecelakaan Laut, Camat Tupabbiring Bersama Dua Penumpang Tewas Tenggelam

Senin, 20 Januari 2025 - 17:05 WIB

Usai Mobil Tabrak Motor Nyawa Anak Melayang, Kaki Ibunya Putus

Jumat, 22 November 2024 - 05:59 WIB

Ranperda DPRD Barru Bantu Berdayakan Nelayan Kecil dan Pembudidayaan Ikan

Rabu, 18 Januari 2023 - 15:05 WIB

Ketua KPU Sulsel: Perseteruan Dua Komisioner KPU Pangkep Sudah Dimediasi

Jumat, 22 November 2024 - 05:47 WIB

DPRD Barru Inisiasi Penerbitan Ranperda Inisiatif Perizinan Berusaha

Jumat, 22 September 2023 - 15:14 WIB

SMABAR Peduli Sumbang Korban Kebakaran Warga Dusun Ele

Berita Terbaru

Dilarang Curi berita