instagram youtube

Ini Alasan Warga Pangkep Hingga Nekad Tanam Pisang Diatas Rel KA

Rusdi - Penulis Berita

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:14 WIB

Minasanews.Com.Pangkep— Hampir tiga jam lamanya warga kampung Tala-tala kelurahan Bonto Kio kelurahan Minasa Te’ne kabupaten Pangkep memblokade jalur rel kereta api, Kamis (18/7/2024). Bahkan dari puluhan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan yang akan menerima ganti rugi tidak sesuai dengan harapan itu, sehingga nekad menanam pisang dan pasang tenda diatas rel KA.

Lalu apa alasan 30 an warga kampung Tala-tala yang mengatasnamakan kelompok 15 itu sampai nekad menanam pohon pisang dan pasang tenda diatas rel KA. Padahal selama ini pihak Perkeretaapian melarang keras adanya aktifitas didalam area jalur KA.

Bahkan barang siapa yang melakukan aktifitas disepanjang jalur KA diluar petugas resmi perkeretaapian, akan ada sanksi pidana yang bisa dipakai untuk menjerat warga yang tanpa izin melakukan kegiatan di area jalur KA.

Tetapi para warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan yang menuntut ganti rugi karena tidak sesuai dengan harga lahan sesungguhnya. Justru mengabaikan aturan tersebut dan tetap saja melakukan aksi bllokade yang berlangsung hampir tiga jam lamanya dan sampai melakukan kegiatan tanam pisang dan pasang tenda.

Para warga ini juga menggelar orasi dan bakar ban di jalur rel kereta api di wilayah Kampung Tala- tala Kelurahan Bonto Kio Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep ( Kilometer 39 )

Baca Juga :  Datangi Kejati Sulsel, Koalisi Pemuda Makassar : Usut Dugaan Proyek Mangkrak di Tanjung Bunga

Aksi demo warga yang mengatasnamakan dirinya Kelompok 15 ini dipimpin Korlap Rahmat Amoharu,S.Sos,.SH,.MH yang juga selaku Penasehat Hukum pemilik lahan.

Warga dalam tuntutan aksinya, mendesak pihak Balai Perekeretapaian agar menaikkan jumlah harga ganti rugi lahan mereka.

“Kami masyarakat Kabupaten Pangkep menolak harga pembebasan lahan rel Kereta Api karena lahan yang di katakan ganti untung malah ganti rugi. Bayangkan harga
lahan kami hanya dinilai dengan harga 5 liter beras,” teriak warga Tala-tala.

Usai aksi blokade jalur KA. Massa pendemo dimediasi aparat Kepolisian bersama camat Minasa Te’ne untuk mekakukan pertemuan dengan Pihak Balai Perkeretaapian. Warga dalam audiens ini di wakili penasehat hukum.

Sebagai pihak Penasehat Hukum. Rahmat yang mewakili warga yang tergabung dalam kelompok 15 ini menuntut hasil pertemuan pada saat itu di kantor Camat Minasa Te’ne. Saat itu telah disepakati bersama baik pihak Balai dan Instansi terkait. Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjut dari pihak Kementrian Perhubungan.

“Kami berharap tuntutkan kami bisa terselesaikan dengan baik tanpa adanya kesalah pahaman dari semua pihak dan
meminta kepada pihak Balai untuk melakukan penanda tanganan kesepakatan untuk melakukan pertemuan kembali,” ucap Rahmat Amoharu

Baca Juga :  Mayat Wanita Asal Jeneponto Tersimpan Dalam Koper di Rumah Kost

Sementara itu tanggapan dari pihak Kemenhub yang diwakili Oleh Kepala seksi Sarpras Balai Perkeretaapian, Rahmat Dalu menyatakan pihaknya menerima apa yang menjadi tuntutan teman-teman dari warga sehingga dengan ini kami meminta untuk dilakukan terlebih dahulu pembukaan jalur Rel Kereta Api.

“Apa yang di sampaikan warga akan kami sampaikan kepada pimpinan kami. Meski Pimpinan kami sebelumnya yang menangani permasalahan tersebut telah pindah tugas sehingga apa yang dulu di sepakati pada pertemuan di kantor Camat Minasa Te’ne tidak diketahui oleh pimpinan baru kami saat ini,” kata Rahmat Dalu.

Pihak Balai menyatakan diri siap menanda tangani berita acara surat kesepakatan bersama untuk melakukan pertemuan kembali dan menyampaikan kepada pimpinan kami.

Dari hasil audiens tersebut disepakati antara pihak Balai dengan warga, untuk melakukan pertemuan kembali pada hari Senin tanggal 22 juli 2024.( Udi)

Berita Terkait

Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Warung Kontrakan
Protes Mahasiswa Liukang Tangaya Saat Demo Bupati Pangkep, Sampai Kapan Warga Kepulauan Harus Selalu Dirujuk ke NTB
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Dari Dalam Jurang 200 Meter
Gegara Mobil Ini Seruduk Kios BBM, Rumah Hangus Terbakar di Barru
Ibu Hamil Asal Pulau Sailus Pangkep Meninggal di Kapal Saat Dievakuasi ke Pulau Lombok
Waduk Tunggu Antang Meluap, Pengendara Tetap Menorobos
Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Sumpang Binangae
Aksi Demonstrasi GEPMAR Terobos Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:39 WIB

Puting Beliung ‘Ngamuk’ di Palanro, Rusak 25 Rumah Warga

Minggu, 29 Januari 2023 - 11:18 WIB

Langka, Minyakita di Makassar Tembus Rp20 Ribu Per Liter

Sabtu, 18 November 2023 - 09:09 WIB

Kabid Humas Polda Sulsel: Polisi Geledah Rumah Diduga Jasa Pembuatan Website Phising, Sudah Ada Surat Perintah

Minggu, 22 Januari 2023 - 12:11 WIB

Maraknya Isu Penculikan Anak, Kapolrestabes Makassar Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 20 Desember 2023 - 05:52 WIB

Istri Bupati Barru Meninggal Dunia di Sunway Hospital Malaysia

Senin, 27 Februari 2023 - 16:07 WIB

Aliansi Mahasiswa Masyarakat Selayar Geruduk Pertamina Meminta Pertanggungjawaban

Senin, 23 Januari 2023 - 14:37 WIB

Penumpang Kapal Penyebrangan Gowa Terjatuh dan Tenggelam

Rabu, 10 Mei 2023 - 09:40 WIB

Lansia Tewas Usai Menyalip Truck 10 Roda

Berita Terbaru

Daerah

Kontingen Barru Meriahkan Hari Jadi Sulsel ke 357

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:47 WIB

Daerah

Jus Nanas Madu Barru Pikat Bupati Sidrap dan Bantaeng

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:40 WIB

Daerah

PWI Award Untuk Bupati Barru

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:44 WIB

Edukasi

Tekad Siswa SRT 1 Barru Dari Mimpi Jadi Berani

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:25 WIB