Minasanews.com,Makassar- KOMPI Sulsel turun melakukan aksi demonstrasi di kantor Dinas Pendidikan Sulsel jelang buka puasa pada Jumat lalu (21/3/2025), dalam aksi tersebut KOMPI Sulsel menuntut beberapa hal dalam pernyataan aksi tersebut.
Terkait dugaan proyek pembangunan lapangan mini soccer yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) kini tengah menjadi sorotan.
Komite Pemantau Kinerja Pemerintah (KOMPI) Sulsel menemukan dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut, termasuk indikasi mark-up anggaran dan dugaan keterlambatan penyelesaian pekerjaan.
Dalam suar pernyataan sikap Kompi Sulsel terlihat advokasi KOMPI Sulsel serta rilisan dari berbagai media, proyek ini diketahui memiliki nomor kontrak 010/2094–SEKRET.2/DISDIK dan menelan anggaran sebesar Rp1.887.636.081.
Proyek ini dipercayakan kepada salah satu perusahaan swasta hingga tenggat waktu yang ditetapkan, progres pembangunan diduga baru mencapai sekitar 60 persen.
“Kami meminta kadis pendidikan pemprov Sulsel untuk transparan terkait proyek tersebut, dan adanya dugaan penyimpangan dan mark-up anggaran dalam proyek ini. Selain itu, pembangunan mini soccer ini sangat jauh dari standar yang seharusnya dengan jumlah anggaran yang telah digelontorkan,”ujar Bojan saat di konfirmasi selaku ketua umum KOMPI Sulsel.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Iqbal Nadjamuddin saat dikonfirmasi via whatsapp mengenai demonstrasi KOMPI Sulsel tersebut hanya menjawab singkat.
“Saya tanya dulu yang terima demonya hari jumat karena kabid yang temuiki,”ucap Iqbal Nadjamuddin via whatsapp saat dikonfirmasi.
Setelah kembali ditanyakan soal pernyataan dinas Pendidikan namun sudah tidak ada lagi jawaban dari Kadis Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.





















