Minasanews.com,Makassar – PT PLN Sulselrabar terus menjadi sorotan masyarakat imbas pemadaman bergilir yang belum juga usai.
Organisasi kepemudaan dan masyarakat sudah resah dan langsung turun aksi demonstrasi tidak terkecuali GARIS (Gerakan Rakyat Intelektual Sulsel) Indonesia.
Rabu (29/11/2023) kemarin, GARIS menggelar aksi demonstrasi di Kantor PLN Sulselrabar Jalan Hertasning, Kota Makassar.
“Pemadaman bergilir ini sudah meresahkan masyarakat karena sudah banyak merugikan orang terutama UMKM kecil,” ucap Fahrul selaku Jendlap.
Aksi Garis Indonesia ini cukup beralasan terkait pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN. Mereka menilai alasan kekurangan debit air sudah tak bisa lagi dijadikan alasan, pasalnya hujan sudah berangsur-angsur turun.
“Dan juga sampai hari ini, GM (General Manager) PLN (Sulselrabar) tidak bisa bertanggung jawab dengan masalah yang terjadi,”ungkapnya.
Jendlap Garis juga menginginkan agar GM memberi kompensasi akibat pemadaman listrik bergilir. Hal itu Ia sampaikan dengan berlandaskan Permen (Peraturan Menteri) ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) No. 18 Tahun 2019 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
Penambahan durasi waktu pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN, menurut Rahul, sangat merugikan masyarakat di tiga daerah. Untuk itu, GARIS menginginkan GM PLN Sulselrabar turun tangan dan bertanggung jawab ke masyarakat.
“Harapan kita, GM mengeluarkan statement untuk segera menyelesaikan masalah pemadaman listrik ini,” tutup Rahul.
Beberapa waktu lalu Manager Komunikasi PLN diberbagai media mengatakan pemadaman bergilir imbas karena turunnya debit air yang mempengaruhi PLTA sehingga terpaksa melakukan manajemen beban terhadap masalah tersebut.





















