instagram youtube

Dua Guru SMA Lutra Ini Hanya Dilirik Segelintir Tokoh Saat Terseret Kasus Hukum, Berbeda Ketika Prabowo Terbitkan Rehabilitasi

Rusdi - Penulis Berita

Minggu, 16 November 2025 - 13:53 WIB

Minasanews.Com.Barru— Andai dua Guru SMA asal Kabupaten Luwu Utara ini tidak viral dimedsos dan media online. Mungkin nasib Abd Muis dengan Rasnal akan berbeda. Bisa saja Presiden Prabowo tidak memberikan perhatian berupa rehabilitasi. Tetapi kasus yang menimpa kedua tenaga pengajar ini justru memberikan hikmah besar karena memperoleh perhatian langsung khalayak luas. Tak terkecuali orang nomor satu di Indonesia yang baru saja pulang dari kunjungan di Australia dini hari, langsung menghadirkan kedua guru tersebut di Bandara Halim Perdana Kusumah dan membubuhkan tanda tangan surat rehabilitasi sebagai tanda pembebasan dari hukuman dan pemecatan sebagai tenaga ASN.

Kesaksian tanda tangan Presiden akhirnya mengugurkan segala bentuk sanksi hukum yang sebelumnya menjerat Abdul Muis dan Rasnal. Moment ini pula yang membuat nama kedua guru ini langsung populer dan menyita perhatian publik. Hanya saja dibalik cerita ketika kedua guru SMA Negeri 1 dan SMAN 3 di Luwu Utara sangat berbeda disaat menghadapi kasus hukum dengan kondisi pasca menerima proses rehabilitasi dari Presiden Prabowo.

Ketika kedua Guru ini dilaporkan pihak LSM atas tuduhan melakukan pungutan liar(Pungli) lantaran meminta sumbangan sukarela kepada orang tua siswa senilai Rp 20.000 untuk membantu membayar gaji guru honorer yang berbulan-bulan belum dibayarkan. Sikap empati kedua guru yang disepakati para orang tua siswa dan didukung Pengurus Komite justru berujung laporan ke APH hingga harus menerima hukuman pasca terbitnya hasil putusan Mahkamah Agung dan akhirnya menerima Pemberhentian Tidak Hormat( PTDH) sebagai ASN.

Baca Juga :  Setelah Viral Pengakuan Bandar Narkoba yang di Duga Dibekingi Oknum Polisi, di Usut Propam Polda Sulsel

Ketika terjerat hukum, kedua guru ini hanya dibela rekan-rekanya sesama guru yang diback up oleh Pengurus PGRI. Meski suara pembelaaan itu tak digubris publik ketika itu. Setelah itu muncul dua tokoh yang gigih melakukan pengawalan atas kasus yang menimpa Muis dan Rasnal. Kedua sosok pejuang yang memperjuangkan nasib kedua Guru SMA ini adalah Andi Tenri Indah dan Marjono anggota DPRD Sulsel dari Partai Gerindra.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini bersama Marjono yang melobi Wakil Ketua DPR RI dari Partai Gerindra, Sufmi Dasco untuk memberikan perhatian dan meneruskan kepada Presiden Prabowo. Hingga melalui perjuangan ini menunjukkan hasil setelah kedua Guru ini bertemu langsung dengan Presiden Prabowo di Bandara Halim Perdana Kusumah sekembali dari kunjungan di Australia. Presiden ketika itu langsung membubuhkan tanda tangan sebagai pertanda proses rehabilitasi untuk Abdul Muis dan Rasnal dinyatakan sah dan harus menggugurkan proses hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga :  Tuntutan Rendah JPU Kasus Tipu-tipu Haji, Jamaah Korban Penipuan Ancam Demo Kejaksaan Barru

Legislstor DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah ketika itu menyatakan pihaknya akan terus memperjuangkan dan mengawal kasus yang menimpa kedua tenaga pendidik di Lutra ini melalui jalur politik hingga menemukan titik terang. “Alhamdulillah Bapak Presiden telah menggunakan hak prerogatifnya untuk membebaskan kedua guru ini dari jeratan hukum dan harus segera dicabut pemberhentiannya dan dipulihkan nama baiknya,” ucap Andi Tenri Indah ketika itu.

Sebelumnya nyaris tak ada sosok tokoh yang mau membela dan memperjuangkan nasib kedua guru tersebut. Kondisi berbeda ketika Presiden Prabowo menandatangani surat rehabilitasi itu, perlahan bermunculan sejumlah tokoh yang mulai melirik kedua guru yang sempat diberhentikan secara tidak hormat ini.

Perhatian para tokoh, mulai datang dari Jaksa Agung yang memerintahkan kepada Kajati Sulsel untuk melakukan koordinasi kepada kedua guru tersebut. Begitu pula dengan tokoh lain seperti Menko Hukum dan HAM Prof Yusril Ihsa Mahendra meminta kepada Gubernur Sulsel untuk segera mencabut PTDH kedua guru tersebut.( Udi)

Berita Terkait

Proyek CCTV 30 Kelurahan di Pangkep Diduga Terseret Kasus Korupsi
Beredar Video Kadus di Tondong Terlibat Adu Jotos Bersama Seorang Warga
Pasca Staf PN Barru Pukul Jurnalis, Wartawan Wajib Pakai Identitas Masuk Ruang Sidang
Tersangka Kasus PT Sritex Eks Dirut PT Bank DKI Ditangkap di Barru
Kasus Pembebasan Lahan Sampah di Era IAS Naik ke Tahap Penyidikan
Tergoda Iming-Iming Pelaku Pinjol, Perempuan Muda Asal Tarja Tertipu Rp 97 Juta
Pemilik Travel PT Al Hijrah Nurul Jannah Tersangka Kasus Haji
PH Terdakwa PT Al Hijrah Nurul Jannah Minta Hakim Bebaskan Hj Haeriah

Berita Terkait

Sabtu, 28 September 2024 - 16:10 WIB

Mayat ABG Dititip di Puskesmas Labakkang, Ternyata Dibunuh Ayah Kandung

Senin, 13 Januari 2025 - 15:51 WIB

Saksi Kasus Dugaan Tipu-tipu Jamaah Haji Ngaku Dikejar-kejar Polisi Arab dan Makan Nasi Basi

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:52 WIB

Polisi Bantah Lepas Pasobis, Perkara ED Selesai Melalui Restorative Justice

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:08 WIB

Eks Calon Bupati Pangkep ‘Gondronge’ Ditetapkan Tersangka Kasus BTT

Senin, 3 Februari 2025 - 13:57 WIB

Saksi Ungkap Saat Ditangkap Polisi Arab Digiring Naik di Bus dan Dibawah ke Pemukiman

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:13 WIB

Ketua KPU Pangkep Bersama Komisioner dan Sekretaris Ditetapkan Tersangka Kasus Dana Hibah Pilkada

Kamis, 20 Februari 2025 - 10:54 WIB

PH Terdakwa PT Al Hijrah Nurul Jannah Minta Hakim Bebaskan Hj Haeriah

Sabtu, 20 Desember 2025 - 09:29 WIB

Oleh-oleh Fantastis KPK Akhir Tahun, Sehari OTT 25 Orang

Berita Terbaru