Minasanews.Com.Makassar— Dunia pendidikan tinggi di Makassar tercoreng disepanjang 2023-2024. Pada awal Juni 2023 Kampus UNM digegerkan dengan penemuan bunker narkoba dalam kampus pencetak generasi calon pendidik ini.
Kasus besar menyeret perguruan tinggi ternama tidak terhenti sampai disitu saja. Memasuki periode 2024 giliran Kampus UMI terseret perkara korupsi. Tidak tanggung-tanggung petinggi di PTS terbesar di Indonesia Timur ini diduga terindikasi kasus dugaan korupsi.
Kasus berikut berpindah dari UMI masih ditahun 2024. Dipenghujung 2024 ini, dua PTN menyusul menebar masalah. Saat ini di Universitas Hasanuddin telah bergulir dugaan kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa yang menyeret nama salah seorang dosen di FIB kampus merah tersebut.
Dan kasus terbaru yang tidak kalah hebohnya yakni pengungkapan kasus pabrik uang palsu di kampus UIN Makassar yang telah menetapkan 17 tersangka dan tiga dinyatakan DPO. Salah satu tersangka yang disebut-sebut sebagai otak produksi uang palsu melibatkan seorang petinggi dilingkaran Perguruan tinggi pencetak generasi Islamik yakni Dr Andi Ibrahim yang sebelumnya menduduki posisi jabatan Kepala Perpustakaan UIN Makassar.
Pada 2023 lalu mungkin masih ada yang ingat kasus bunker narkoba dalam UNM. Kasus ini menetapkan enam tersangka dari kalangan mahasiswa. Kemudian memasuki 2024, kasus dugaan korupsi yang menimpa kampus Universitas Muslim Indonesia( UMI) Makassar.
Dikampus UMI ini dua Professor dengan jabatan mentereng sebagai Rektor dan mantan Rektor ketika itu diberhentikan karena dinyatakan terbukti kasus dugaan korupsi. Meski satu diantara pejabat Rektor itu ada yang divonis bebas, namun Pihak Yayasan tetap memberhentikan dari jabatan tertnggi dari Perguruan tinggi swasta terbesar di Indonesia Timur ini.
Sebelum kasus pabrik uang palsu diungkap aparat Kepolisian. Kasus dugaan pelecehan seksual juga melanda kampus negeri ternama di Indonesia. Siapa tidak kenal Universitas Hasanuddin. Perkara skandal seksual yang diduga melibatkan salah seorang dosen berinitial FS disalah satu Fakultas di Kampus UNHAS kini juga ramai diperbincangkan publik.
Guncangan kasus terdahsyat dipenghujung 2024, tak lain kasus produksi uang palsu di UIN Makassar dengan nilai taksiran hingga triliunan rupiah. Kini telah menetapkan 17 tersangka dan tiga masih DPO. Kapolda Sulsel Irjen Pol Judhiawan Wibisono yang memimpin langsung press release di Mapolres Gowa, Kamis(19/12/2024).
“Kita sudah tetapkan 17 tersangka dan tiga berstatus DPO yang sementara dalam pengejaran. Selain itu Polisi sudah mengamankan barang bukti uang palsu dengan alat cetak. Termasuk mesin pencetak uang dari China yang dibeli di Surabaya dengan harga Rp 600 juta. Kemungkinan tersangka masih akan bertambah,” ungkap Irjen Pol Judhiawan.( Udi)





















