instagram youtube

Kejari Pangkep Jebloskan ke Penjara Tersangka Ketua IP3A

Rusdi - Penulis Berita

Minggu, 25 Februari 2024 - 22:20 WIB

Minasanews.Com.Pangkep— Usai penetapan tersangka dugaan kasus korupsi kepada MT selaku Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air( IP3A). Penyidik Kejaksaan Negeri Pangkep yang dipimpin Kejari Pangkep Nurul Wahida Rifal, SH,MH langsung melakukan penahanan kepada tersangka MT.

Penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dari Proyek Pembangunan Saluran Irigasi tersier tahun anggaran 2019-2023 terungkap dalam press release yang dipimpin Kejari Pangkep, Nurul Wahida Rifal.

Dalam siaran pers tentang penetapan tersangka dugaan tindak pidana korupsi menggunakan anggaran APBN pada program P3-TGAI Kabupaten Pangkep melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Pompengan-Jeneberang.

Melalui press release yang dipimpin Kejari Pangkep menjelaskan kepada para wartawan bahwa ada update 2 agenda kegiatan bidang tindak pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkep yakni

“Penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan saluran Irigasi (Tersier) Kabupaten Pangkep tahun 2019 s/d 2023 yang menggunakan anggaran APBN pada program P3-TGAI Kabupaten Pangkep Melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Pompengan-Jeneberang,” tuturnya .

Berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep Nomor : PRINT-542A/P.4.27/Fd/10/2023 tanggal 20 Oktober 2023 dan Nomor : PRINT- 696/P.4.27/Fd/12/2023 tanggal 29 Desember 2023, telah dilakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi Dalam pembangunan saluran Irigasi (Tersier) Kabupaten Pangkep 2019 s/d 2023 yang menggunakan APBN pada Program P3-Tgai Kabupaten Pangkep melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang SATKER Operasi dan Pemeliharaan SDA Pompengan-Jeneberang.

Tim penyelidik Tindak Pidana Khusus telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi serta mengumpulkan dokumen-dokumen sehubungan dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan saluran irigasi dan telah berhasil menemukan 2 (dua) alat bukti sebagaimana Pasal 183 dan 184 KUHAP, sehingga dari 2 (dua) alat bukti tersebut, penyidik tindak pidana khusus menetapkan MT selaku Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) tahun 2019-2023 yang semula statusnya sebagai saksi menjadi tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep.

Baca Juga :  Dua Saksi Berbeda Kesaksian, Satu Ngaku Makan Nasi Basi Saksi Lain Bilang Nasi Bagus

“Sepak terjang MT dalam kasus ini selaku Ketua IP3A yakni : yang bersangkutan memprakarsai atau mengusulkan kelompok tani, untuk ditetapkan sebagai kelompok penerima bantuan dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dalam pembanguan saluran irigasi,” kata Nurul

Untuk proses pengusulan kelompok tersebut MT yang menyiapkan seluruh administrasi yang dibutuhkan. dan setelah para kelompok ditetapkan sebagai penyelenggara dalam program P3-TGAI dan telah menerima anggaran pekerjaan.

“Dalam kasus ini MT memaksa memberi sesuatu, kepada kelompok tani penerima bantuan agar memberikan/ menyerahkan uang kepada MT dengan dalil biaya pengurusan kelompok agar ditetapkan dalam program ini,” pungkasnya.

Adapun jumlah uang yang diberikan dari kelompok tani kepada MT, kata Kejari ” Jumlahnya bervariasi yakni antara Rp. 10.000.000,- sampai dengan Rp.80.000.000,- / perkelompok,” ujarnya.

Jumlah Kelompok yang menyerahkan uang kepada MT, lanjut Nurul bahwa sejak dari 2019 sampai dengan 2023 kurang lebih sebanyak 64 Kelompok tani dengan total uang sebesar kurang lebih satu setengah miliyar, jumlah tersebut masih dapat bertambah.

Baca Juga :  Awalnya Ngotot Mau Ganti Wakil Ketua DPRD Barru, Kini Golkar Mengalah. Ada Apa Yah?

“Padahal seharusnya MT selaku Ketua IP3A yang mempunyai kewenangan untuk mengkoordinir gabungan P3A untuk kegiatan irigasi tidak diperbolehkan untuk menerima atau meminta para kelompok untuk memberikan Sebagian anggaran dari program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI),” urainya.

Atas perbuatan MT, tambah Kejari bahwa Penyidik Kejaksaan Negeri Pangkep menerapkan Pertama : pasal 12 huruf e UU. No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Atau Kedua : pasal 11 UU. No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana. Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

Bahwa untuk kelancaran proses penyidikan serta dikhawatirkan Tersangka merusak dan meghilangkan barang bukti. Maka Tim Penyidik melakukan Penahanan Terhadap Tersangka sejak hari ini tanggal 23 Februari 2024 hingga 20 hari kedepan di Rutan Klas II B Pangkep, Berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep tanggal 23 Februari 2024

“Kami menghimbau kepada Masyarakat agar kiranya tidak mempercayai pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menjadi Calo maupun meminta uang mengatas namakan Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep dan Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Pangkep,” pungkasnya. ( Udi)

Berita Terkait

Terseret Dugaan Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Milyar, Eks Pj Gubernur Sulsel Ditahan
Tersangka Kasus PT Sritex Eks Dirut PT Bank DKI Ditangkap di Barru
Pelaku Pembunuhan Wanita Dalam Koper Dibekuk di Kaltim
Tutup Tahun 2023, Dua Jaksa dan Tiga Anggota Brimob Dipecat di Sulsel
Diduga ‘Mark Up’ Dana Hibah, Dua KPU di Sulsel Terseret Kasus Hukum
Sabu 30 Kg Senilai Rp 42 Milyar Disimpan Dalam Kemasan Snack Durian, Pemilik Sabu Ditetapkan Tersangka
Gegara Ditabrak dan Tersinggung Petani di Pangkep Tebas Kepsek Hingga Tewas
Viral Video Mesum Sejoli SMP di BauBau Diselidiki Polisi

Berita Terkait

Rabu, 7 Agustus 2024 - 10:16 WIB

Tiga Tahun Ayah Bejat Ini Garap Anak Tiri

Senin, 27 Februari 2023 - 18:04 WIB

Jaringan Aktivis Mahasiswa Anti Koruspsi Sulsel,  Mendesak APH Mengusut  Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Selayar

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:15 WIB

Gegara Ditegur Bawa Parang Saat Minum Ballo, Pelaku Emosi Hingga Tebas Korban

Rabu, 1 Mei 2024 - 07:16 WIB

Kapolda Sulsel Sebut Sabu 30 Kg Dikendalikan Bos Dari Lapas Tarakan

Minggu, 22 Desember 2024 - 06:16 WIB

Guru SMK Makassar Tersangka Kasus Uang Palsu

Rabu, 24 September 2025 - 13:15 WIB

Polda Sulsel Tangani Laporan Hotel Claro, Polres Lidik Dana Hibah Pilkada KPU Barru

Selasa, 24 September 2024 - 08:43 WIB

Pemilik Travel PT Al Hijrah Nurul Jannah Tersangka Kasus Haji

Minggu, 15 Desember 2024 - 11:41 WIB

Kampus UIN Makassar Terseret Kasus Cetak Uang Palsu, Rektor Berdalih Murni Perbuatan Oknum

Berita Terbaru