Minasanews.Com.Pangkep–Proyek Pengadaan Alat Peraga Edukatif( APE) yang memakai anggaran dari dana alokasi khusus( DAK) senilai Rp 947 juta. Awalnya sempat masuk bidikan aparat Kejaksaan Negeri Pangkep. Hanya saja beredar informasi jika kasus ini lebih awal ditangani oleh Pihak Tipikor Reskrim Polres Pangkep.
Proyek pengadaan Alat peraga edukatif ini diperuntukkan kepada 6 Sekolah Taman Kanak-kanak di Kabupaten Pangkep. Kini ditangani pihak Reskrim Polres Pangkep
Keenam TK yang keciprat proyek pengadaan alat peraga edukatif( APE) ini, diantaranya TK Lanne di kecamatan Tondong Tallasa, TK Aisyiah, TK Bontosunggu, TK Politani, TK Pembina dan TK Tonasa II.
Pihak rekanan yang memenangkan proyek pengadaan DAK tahun 2023 ini yakni CV Kallolo Utama Karya yang disebut-sebut sebagai perusahaan yang bergerak dibidang konveksi.
Salah satu dari pengadaan alat peraga itu ada yang berbentuk terowongan di cat berwarna-warni. Setelah dicek ternyata dibuat dari drum bekas kemudian dicat kembali.
“Sarana permainan terowongan untuk anak taman kanak-kanak ini dinilai para orang tua siswa ditingkat TK sangat membahayakan terhadap anak, apabila bermain dengan alat tersebut,” ujar beberapa orang tua disalah satu TK di kota Pangkajene
Kasintel Kejari Pangkep, Zulfikar yang dikonfirmasi Sabtu(11/5/2024) mengakui jika kasus ini lebih dulu ditangani Polres Pangkep.
“Kasus ini dalam penanganan pihak Polres Pangkep sehingga bukan piha kami yang mengusut kasus pengadaan Alat Peraga Edukatif tersebut,” ujar Kasintel Kejari Pangkep.( Udi)





















